Benarkah Kolestrol Tinggi Dapat Menyebabkan Insomnia?

Cukup banyak penderita insomnia yang merasa bahwa kondisinya tersebut terjadi akibat kolesterol yang tinggi. Apalagi ketika memeriksakan kedokter, kadar kolesterolnya berada di atas normal sehingga harus diberikan obat untuk menurunkan kolesterol. Namun apakah benar kolesterol tinggi memang menjadi penyebab insomnia?

Sebenarnya kolesterol tidak mempengaruhi kesulitan tidur atau insomnia, tetapi justru sebaliknya. Orang yang mengalami insomnia berisiko tinggi mengalami kenaikan kolesterol jahat (LDL). Peneliti dari University of Helsinki pernah melakukan penelitian mengenai hubungan keduanya dan dituliskan dalam Hindustan Times. Penelitian ini membuktikan bahwa orang yang mengalami insomnia akan memiliki jumlah kolesterol baik (HDL) dalam jumlah yang sedikit dibandingkan dengan orang yang cukup tidur. Akibatnya LDL yang akan mendominasi tubuh.

Selain akibat metabolisme kolesterol dalam tubuh, insomnia juga dapat memicu munculnya rasa lapar yang berlebihan. Menurut Dr. Suci Dwi Putri dalam situs klikdokter, insomnia dapat merusak fungsi hormon nafsu makan. Hormon ghrelin yang berfungsi untuk menambah nafsu makan akan terangsang dan hormon leptin yang berfungsi untuk menekan nafsu makan akan berkurang. Akibatnya seseorang akan meningkatkan konsumsi karbohidrat dan makan berlemak untuk memenuhi nafsu makan ini. Kondisi tersebut tidak hanya berdampak pada bertambahnya berat badan, tetapi juga pada meningkatnya kadar kolesterol dalam darah.

Selain meningkatnya kadar kolesterol dalam darah, insomnia juga memberikan banyak efek negatif pada tubuh. Itulah sebabnya sangat penting bagi Anda untuk segera mengatasi masalah insomnia. Ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan, diantaranya:

  • Atur cahaya di kamar
  • Kurangi konsumsi kafein
  • Buat suasana nyaman
  • Biasakan olahraga
  • Membuat jadwal tidur

Selain cara di atas, banyak juga yang percaya bahwa minum susu hangat yang dicampur madu dan dikonsumsi sebelum tidur dapat mengatasi masalah insomnia. Alasannya karena madu memiliki efek sedatif, yaitu efek yang dapat menimbulkan rasa mengantuk. Selain itu, madu aman untuk dikonsumsi bahkan pada penderita diabetes sekalipun. Namun jika masalah insomnia ini masih belum dapat teratasi juga setelah menerapkan beberapa cara di atas, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter agar mendapatkan penanganan yang cepat dan tepat.

Untuk Anda yang sudah terlanjur memiliki masalah kolesterol akibat insomnia, bisa mempercayakan Nutrive Benecol untuk mengatasinya. Nutrive Benecol merupakan satu-satunya pangan bernutrisi yang dilengkapi dengan kandungan Plant Stanol Ester (PSE), dan mampu secara efektif bantu menurunkan dan jaga kadar kolesterol dalam darah. Untuk hasil maksimal, Anda harus mengonsumsi Nutrive Benecol secara rutin setiap hari, 2 botol sesudah makan. Tidak perlu takut bosan karena ada beberapa pilihan rasa yang bisa dipilih, yaitu strawberry, orange, dan blackcurrant. Jadi Anda bisa memilih rasa yang disuka atau mengonsumsinya bergantian.