Kenapa Kolesterol Masih Tinggi Walaupun Sudah Minum Obat?

Kolesterol bukanlah masalah kesehatan yang bisa diabaikan begitu saja. Sebab jika hal ini tidak segera diatasi akan menjadi komplikasi yang lebih parah. Menerapkan cara menurunkan kolesterol secara alami dengan mengubah gaya hidup lebih sehat bisa menjadi salah satu hal yang bisa Anda lakukan. Meskipun begitu terkadang Anda tetap harus mengonsumsi obat yang diresepkan oleh dokter untuk membantu proses penurunan kolesterol ini.

Obat ini bekerja dengan dua cara untuk mengatasi kolesterol, yaitu dengan cara menghambat enzim yang dibutuhkan tubuh untuk memproduksi kolesterol dan dengan mengurangi plak yang telah terbentuk dalam pembuluh darah. Dengan mengonsumsi obat penurun kolesterol secara rutin sesuai dengan resep, diharapkan kolesterol dapat turun dan kembali stabil.

Lantas, kenapa kolesterol masih tinggi walaupun sudah minum obat? Untuk masalah ini, bisa disebabkan oleh beberapa hal berikut:

  • Gaya hidup

Minum obat penurun kolesterol bukan berarti membuat Anda bisa dengan bebas menikmati semua jenis makanan, termasuk makanan berlemak. Terlebih lagi Anda tetap memiliki gaya hidup pasif atau kurang beraktivitas fisik. Jika Anda memiliki masalah kolesterol tinggi dan rutin mengonsumsi obat namun tidak mengubah gaya hidup tidak sehat Anda, maka jangan heran jika proses penurunan kolesterol tidak berjalan lancar. Apalagi obat ini hanya memengaruhi kolesterol yang diproduksi tubuh, bukan kolesterol yang masuk melalui makanan.

  • Cara konsumsi obat

Ada beberapa orang yang suka mengonsumsi obat dengan air, namun bukan air putih. Jika Anda salah satunya, sebaiknya hentikan kebiasaan ini. Karena beberapa minuman yang memiliki rasa bisa berinteraksi dengan zat yang ada dalam obat dan menghambat kerja obat. Beberapa jenis minuman yang sebaiknya tidak dikonsumsi bersamaan atau berdekatan dengan obat yaitu jus anggur dan jus jeruk bali. Menurut situs klikdokter, jus jeruk bali mengandung empatanocoumarin yang dapat mengganggu penyerapan obat kolesterol. Meskipun baru dua buah ini yang sudah terbukti memiliki interaksi dengan kandungan pada obat kolesterol, tetap disarankan untuk mengonsumsi obat ini hanya dengan air putih saja.

  • Waktu konsumsi obat

Obat penurun kolesterol pada umumnya hanya dikonsumsi 1 kali sehari dan mengonsumsinya pada malam hari adalah waktu yang paling tepat. Sebab pada waktu tersebutlah tubuh memproduksi kolesterol terbanyak. Sementara obat ini bekerja dengan cara menghambat produksi kolesterol.

Bagi Anda yang saat ini sedang mengonsumsi obat penurun kolesterol, jangan lupa untuk memerhatikan ketiga poin di atas. Selain itu Anda juga harus rutin mengonsultasikan kondisi kesehatan Anda pada dokter untuk melihat apakah Anda masih perlu atau tidak mengonsumsi obat tersebut. Sebab konsumsi obat penurun kolesterol secara berlebihan juga bisa memberikan efek yang tidak baik bagi kesehatan.

Jika Anda ingin bantu mempercepat proses penurunan kolesterol, Anda bisa konsumsi Nutrive Benecol smoothies setiap hari 2 botol setelah makan. Selain smoothies, Nutrive Benecol juga tersedia dalam bentuk sereal jadi Anda bisa memilih yang sesuai dengan selera Anda. Dengan mengonsumsi Nutrive Benecol secara rutin 2 kali sehari selama 2-3 minggu dapat menurunkan kolesterol 7-10%. Nutrive Benecol bukanlah obat, melainkan pangan yang bisa mendukung kerja obat untuk menurunkan kolesterol dan menjaga kadar kolesterol tetap stabil. Dengan kandungan 1,7 gram Plant Stanol Ester (PSE) yang telah terbukti tidak hanya menurunkan kolesterol saja, tetapi juga telah terbukti klinis mampu menurunkan risiko penyakit jantung koroner. Dengan kemasan yang sangat praktis, Anda bisa membawa Nutrive Benecol smoothies maupun sereal ke mana saja Anda pergi. Nutrive Benecol, cara enak turunkan kolesterol.