Ini Fakta tentang Tren Detoks yang Wajib Diketahui

Dewasa ini, tren detoks sangat digemari sebagai salah satu cara untuk membersihkan racun di dalam tubuh.

Berbagai keuntungan detoks yang dibicarakan banyak orang, seperti dapat menurunkan berat badan dalam waktu singkat dan menjaga kecantikan memang menggiurkan. Namun, apakah detoks benar-benar memiliki manfaat positif bagi tubuh?

Detoks merupakan salah satu diet yang berguna untuk menghilangkan racun-racun berbahaya dari dalam tubuh. Selain itu, detoks juga diklaim mampu mengatasi obesitas, kelainan autoimun, alergi, kembung, peradangan, gangguan pencernaan, dan juga kelelahan kronis.

Terapi detoks ini juga seringkali menjadi resep naturopath (ahli pengobatan alami) yang menganggap bahwa tubuh terkena beragam zat kimia berbahaya yang berasal dari makanan atau lingkungan sekitar. Zat-zat tersebut antara lain seperti polutan, logam berat, zat kimia sintetik, dan juga senyawa berbahaya lain.

Umumnya, proses detoks ini dimulai dengan puasa, lalu dilanjutkan dengan hanya mengonsumsi sayur mentah, buah atau jus buah, serta air. Di samping itu, ada pula beberapa metode yang menganjurkan untuk meminum ramuan herbal atau teh beserta suplemen untuk membersihkan usus besar.

Detoks juga akan membuat organ-organ akan beristirahat sejenak dan racun akan mulai dikeluarkan melalui urine, keringat, dan tinja. Dengan begitu, zat-zat yang bermanfaat bagi tubuh akan terserap lebih baik.

Berikut ini adalah beberapa variasi dalam menjalankan diet detoks yang banyak digunakan:
• Puasa selama 1-3 hari
• Mengonsumsi sayur segar, jus buah, air putih, teh, dan smoothies
• Hanya meminum air garam atau jus lemon
• Berhenti mengonsumsi makanan yang mengandung kadar logam berat, alergen tinggi, dan kontaminan
• Mengonsumsi suplemen atau ramuan herbal
• Menghindari makanan penyebab alergi, lalu mulai mengenalkannya kembali secara bertahap
• Melakukan pembersihan usus atau dengan meminum pencahar
• Tidak mengonsumsi alkohol, kopi, atau yang mengandung gula tambahan, serta menghindari rokok

Benarkah detoks baik untuk tubuh?
Menurut beberapa orang yang pernah melakukan diet detoks, tubuh terasa lebih berenergi dan lebih fokus. Hal ini mungkin terjadi karena detoks berperan dalam menghilangkan sisa makanan olahan tinggi kalori yang juga mengandung lemak jenuh serta gula tambahan. Selain itu, detoks juga membantu meningkatkan penyerapan vitamin dan mineral.

Mengenai berat badan, melakukan diet detoks memang bisa sedikit membantu, namun yang hilang bukanlah lemak melainkan air dan cadangan karbohidrat. Oleh karena itu, saat pola makan kembali seperti semula, maka berat badan akan cenderung naik. Jika ingin menjaga bentuk tubuh dan berat badan, maka diharuskan untuk mengubah gaya hidup secara menyeluruh.

Saat melakukan diet detoks yang mengharuskan membatasi asupan protein atau puasa jangka panjang, besar kemungkinan akan menyebabkan rasa lesu, lemas, serta lelah. Dan jika dilakukan terlalu ekstrem, maka bisa mengakibatkan defisit vitamin, mineral, asidosis laktat, gangguan elektrolit, hingga kematian.

Selain itu, pembersihan usus yang bersamaan dengan diet tersebut bisa menimbulkan kembung, kram perut, mual dan muntah, serta dehidrasi. Risiko overdosis obat pencahar ataupun suplemen juga mungkin terjadi jika tidak diperhatikan dengan baik.

Apakah detoks dianjurkan?
Pada kenyataannya, hingga kini manfaat detoks yang sebenarnya masih belum bisa diketahui dengan pasti. Terapi ini juga tidak dapat menyebutkan lebih detail mengenai jenis racun yang dibersihkan dan bagaimana cara menghilangkannya.

Tubuh manusia memiliki organ hati dan ginjal yang berfungsi untuk menyaring serta menghilangkan racun-racun pada tubuh melalui tinja, keringat, dan urine. Namun, ada sebagian besar zat kimia yang tidak mudah dihilangkan begitu saja, contohnya phthalate, polutan organik persisten, logam berat, dan bisphenol A (BPA). Zat-zat tersebut biasanya menumpuk dalam jaringan lemak atau darah dan membutuhkan waktu hingga bertahun-tahun untuk dikeluarkan dari tubuh. Walaupun begitu, belum ada bukti valid dan ilmiah yang mengharuskan zat-zat ini untuk dibersihkan dari dalam tubuh.

Berdasarkan alasan-alasan tersebut, detoks tidak dianjurkan untuk dilakukan. Jika ingin menurunkan berat badan, cara terbaik adalah dengan mengonsumsi makanan sehat, tinggi protein dan serat serat, juga rendah lemak. Sebaiknya, gunakan detoks hanya untuk sebagai permulaan untuk mengubah gaya hidup menjadi lebih baik, bukan hanya untuk sementara.

http://www.klikdokter.com/