Benarkah Wanita Sering Migrain Rentan Stroke?

Anda sering migrain? Benarkah migrain jadi pertanda kerentanan diri terhadap penyakit stroke?

Sebelumnya perlu diketahui, migrain adalah kondisi nyeri hebat di sebelah kepala, baik di kanan maupun kiri. Tak jarang, keluhan ini disertai dengan mual-muntah, hingga kesemutan pada lengan dan kaki. Orang yang menderita migrain pun biasanya sudah mengalami keluhan tersebut sejak lama. Jadi, jika Anda baru mengalami migrain di usia 40-an tahun atau lebih, ini tanda yang harus diperhatikan.

Tanda lain yang harus diperhatikan adalah nyeri kepala sebelah dengan gangguan pada mata, seperti melihat kilatan-kilatan atau bintik hitam. Hal ini dapat menjadi tanda serangan stroke.

Transient ischemic attack (TIA) atau yang biasa disebut stroke ringan merupakan suatu kondisi yang gejalanya hampir mirip seperti migrain dengan aura, yakni sakit kepala sebelah, dan melihat kilatan atau bintik hitam saat memandang sesuatu.

Lalu apa bedanya migrain biasa dengan migrain tanda stroke?

Meski mirip, bukan berarti kedua kondisi tersebut tidak bisa dibedakan. Inilah bedanya:

  1. Migrain pertanda stroke terjadi mendadak, sedangkan migrain biasa terjadi bertahap dan makin lama makin berat.
  2. Pada stroke, yang terjadi adalah kehilangan penglih Sedangkan pada migrain biasa, terdapat ‘penambahan’ pada pandangan, biasanya berupa kilatan cahaya atau bintik hitam.
  3. Pada stroke, yang terjadi adalah kehilangan sensasi atau lumpuh sebelah badan. Sedangkan pada migrain adalah penambahan sensasi, seperti rasa kesemutan dan nyeri.

Anda harus lebih waspada, apalagi jika usia sudah menginjak 40 tahun dan memiliki faktor risiko stroke seperti tekanan darah tinggi, diabetes, kolesterol tinggi, kegemukan, kebiasaan merokok, atau kelainan jantung.

Namun, meski gejalanya mirip, wanita yang sering migrain tidak berarti dirinya akan terserang stroke di kemudian hari. Kecuali jika wanita tersebut pengguna rutin pil hormonal (pil KB), memiliki kebiasaan merokok, dan sering menderita migrain dengan aura.

Sekarang sudah jelas, bukan? Jadi, jika Anda adalah wanita yang kerap terserang migrain, bukan berarti diri Anda berisiko tinggi terkena stroke. Meski begitu, tidak ada salahnya untuk mulai menerapkan gaya hidup sehat yang praktis, dengan cara teratur periksa kolesterol, awasi asupan dan pola makan, nikmati hidup tanpa rokok dan minuman beralkohol, giat berolahraga, kendalikan berat badan dan hindari stres, awasi tekanan darah, serta lengkapi dengan konsumsi plant stanol ester.

Sumber : www.klikdokter.com