Kenali Penyakit Stroke, Si Diam-diam Mematikan

Serangan stroke sering muncul tanpa peringatan. Tak heran, penyakit ini sering disebut sebagai silent killer.

Stroke merupakan penyakit mematikan yang telah merenggut banyak nyawa di dunia. Tidak hanya menjadi pembunuh, penyakit ini juga membuat penderitanya mengalami kecacatan pasca serangan. Penyakit stroke dibedakan menjadi dua jenis, stroke perdarahan (hemoragik) dan stroke penyumbatan (iskemik). Apa bedanya?

  1. Stroke Perdarahan (Hemoragik)

Stroke perdarahan adalah kondisi ketika aliran darah ke sel otak berkurang secara mendadak akibat pecahnya pembuluh darah otak. Stroke jenis ini dapat menyebabkan penekanan pada struktur otak, sehingga memperberat kondisi saraf pusat.

Beberapa kondisi yang dapat menyebabkan stroke perdarahan adalah tekanan darah tinggi, aneurisma atau kelainan pembuluh darah otak bawaan.

Stroke perdarahan dapat dideteksi sejak dini dengan pemeriksaan medis rutin. Tindakan medis tersebut meliputi pemeriksaan tekanan darah dan CT Scan bila ditemukan keluhan sakit kepala atau pusing pada pasien.

  1. Stroke Penyumbatan (Iskemik)

Stroke juga dapat diakibatkan oleh penyumbatan pembuluh darah otak secara mendadak. Di samping penyakit jantung bawaan, proses aterosklerosis (plak pembuluh darah), kelainan irama jantung (atrial fibrilasi), dan/atau penyakit otot jantung juga menjadi penyebab utamanya.

Beberapa kondisi yang menjadi faktor risiko stroke penyumbatan adalah kebiasaan merokok, kolesterol tinggi, dan malas bergerak.

Mencegah stroke

Untuk mencegah stroke, deteksi dini dan pemeriksaan medis secara rutin harus dilakukan. Menurut American Heart Association, jika seseorang sudah menginjak 20 tahun sebaiknya melakukan hal di bawah ini:

  1. Periksa tekanan darah
  2. Periksa kolesterol lengkap saat puasa (LDL, HDL, dan trigliserida)
  3. Periksa kadar gula darah
  4. Mengukur lingkar pinggang
  5. Pemeriksaan fisik
  6. Rekam jantung standar (EKG).

Jangan tunggu stroke hadir. Segera terapkan gaya hidup sehat dengan teratur periksa kolestrol, awasi asupan dan pola makan, nikmati hidup tanpa rokok dan minuman beralkohol, giat berolahraga, kendalikan berat badan dan hindari stres, awasi tekanan darah, serta lengkapi dengan konsumsi plant stanol ester.

Sumber: www.klikdokter.com