Sulit Bicara Pasca Stroke, Bisakah Disembuhkan?

Kesulitan berbicara adalah salah satu kerusakan saraf komplikasi pasca stroke. Bisakah kondisi ini disembuhkan?

Stroke merupakan salah satu penyakit berbahaya yang dapat merenggut nyawa. Selain itu, hal lain yang tak kalah menakutkan dari penyakit ini adalah komplikasi yang disebabkan setelahnya. Salah satunya kecacatan, seperti kesulitan bicara, yang bisa saja dialami oleh penderitanya.

Keadaan ini tentunya sangat mengganggu, terutama bila penderita adalah seseorang yang masih aktif bekerja. Kondisi ini bisa menimbulkan lawan bicara kesulitan memahami perkataan maupun kata-kata, yang tidak diucapkan dengan baik.

Kesulitan bicara akibat stroke disebabkan oleh kelemahan otot yang mengontrol lidah, mulut, dan bibir. Ini terjadi karena stroke menyebabkan gangguan pada pusat saraf, di mana aliran darah pada daerah otak yang mengatur persarafan mendadak berkurang atau hilang.

Bisakah disembuhkan?

Kelainan yang sudah terjadi pada saraf otak sangat sulit untuk disembuhkan. Tidak terbatas hanya pada keluhan sulit bicara, komplikasi akibat stroke lainnya juga sangat sulit untuk disembuhkan hingga kembali ke kondisi normal.

Namun dengan rehabilitasi fisik, pasien dapat memperbaiki kondisi. Tapi tentu saja ini bergantung pada tingkat stroke dan respons masing-masing individu terhadap terapi yang dilakukan. 

Apa yang harus dilakukan? 

Hal pertama yang harus dilakukan oleh penderita stroke dengan kesulitan bicara adalah berkonsultasi dengan spesialis saraf, serta spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi. Terapi wicara akan membantu meningkatkan kemampuan bicara, meski hasilnya akan berbeda pada tiap orang.

Selanjutnya, penderita stroke dengan keluhan ini harus dibantu untuk menyesuaikan diri dengan kondisi tersebut. Berikut hal-hal yang perlu dilakukan:

  1. Usahakan bicara saat lingkungan tenang.
  2. Awali pembicaraan dengan topik atau konteks yang singkat. Tujuannya agar penderita lebih mudah mengerti dan memahami kalimat yang diucapkan.
  3. Penderita harus sabar dalam berbicara dan lawan bicara pun harus sabar dalam mengobrol.
  4. Usahakan untuk selalu membawa buku saku dan alat tulis, agar komunikasi lebih mudah.

Gangguan bicara akibat stroke memang sangat sulit untuk disembuhkan. Namun dengan rehabilitasi fisik dan dukungan orang-orang terdekat, mereka tetap dapat berkomunikasi dengan lingkungan sekitar. 

Hindari penyakit stroke dengan menerapkan gaya hidup sehat, dengan teratur periksa kolestrol, awasi asupan dan pola makan, nikmati hidup tanpa rokok dan minuman beralkohol, giat berolahraga, kendalikan berat badan dan hindari stres, awasi tekanan darah, dan lengkapi dengan konsumsi plant stanol ester.

Sumber : www.klikdokter.com