Logo Nutrive Benecol
Artikel
Artikel

5 Faktor yang Meningkatkan Resiko Menderita Jantung Koroner

5 Faktor yang Meningkatkan Resiko Menderita Jantung Koroner

Salah satu jenis penyakit jantung yang bisa memicu kematian mendadak adalah jantung koroner. Yakni suatu kondisi dimana pasokan darah yang mengandung oksigen ke organ jantung terhambat. Penghambatnya adalah plak di dalam pembuluh darah yang membuat aliran darah tersendat atau terhenti sama sekali.

Baca Juga: Sering Nyeri Dada, Pertanda Sakit Jantung?

Faktor yang Meningkatkan Resiko Jantung Koroner

Siapa saja memiliki potensi untuk mengalami penyakit jantung koroner maka penting untuk waspada. Sebab ada banyak faktor yang memicu pembentukan plak di pembuluh darah dan umumnya berasal dari pola hidup tidak sehat. Meskipun penyakit ini memiliki banyak faktor penyebab, namun umumnya resiko bisa meningkat dikarenakan oleh faktor-faktor berikut:

1. Kebiasaan Merokok

Seseorang yang memiliki kebiasaan merokok akan memiliki resiko lebih besar menderita penyakit jantung.Seorang perokok diketahui dari sebuah hasil penelitian memiliki resiko lebih tinggi sekitar 24% dibanding yang tidak merokok. Hal ini dapat terjadi karena di dalam rokok terkandung nikotin dan karbon monoksida.

Kedua kandungan tersebut bisa membuat organ jantung perlu bekerja lebih keras sebab bisa memicu penggumpalan darah di arteri. Celakanya lagi adalah zat-zat didalam rokok juga berpotensi untuk merusak arteri. Sehingga semakin meningkatkan resiko seseorang mengalami gagal jantung maupun penyakit jantung lainnya.

Selain itu perokok juga memiliki resiko tinggi mengidap penyakit berbahaya lainnya, mulai dari kanker sampai impoten pada pria. Kebiasaan ini memang tidak ada manfaatnya sama sekali bagi kesehatan, malahan sangat merugikan. Oleh sebab itu usahakan untuk berhenti merokok dan menjalankan pola hidup lebih sehat.

2. Punya Masalah Kolesterol Tinggi

Kolesterol juga bisa memicu penyumbatan pembuluh darah, yakni jenis kolesterol jahat atau LDL (low density lipoprotein). LDL disebut juga dengan istilah kolesterol jahat karena mengandung lebih banyak lemak. Kandungan ini membuat kolesterol bisa menempel di pembuluh darah dan perlahan berubah menjadi plak.

Secara perlahan ketika tubuh memiliki kolesterol jahat yang terus bertambah tinggi, maka plak yang terbentuk semakin banyak. Ketika sudah mengeras maka akan mengurangi efektifitas atau kinerja dari pembuluh darah. Selain itu pembuluh darah juga menjadi sempit dari seharusnya.

Jika kondisi tidak menunjukan perbaikan maka plak ini akan mengeras dan tidak menutup kemungkinan menutup pembuluh darah secara total. Akibatnya aliran darah terhenti dan terjadilah jantung koroner yang meningkatkan resiko kematian mendadak. Maka bagi pemilik kolesterol tinggi, pastikan untuk memperhatikan kadarnya setiap hari agar tidak melonjak.

Baca Juga: Waspadai 5 Komplikasi Akibat Kolesterol Tinggi

3. Menderita Diabetes

Penderita diabetes juga diprediksi memiliki resiko dua kali lipat lebih besar untuk menderita penyakit jantung ini. Dibandingkan dengan mereka yang tidak memiliki indikasi diabetes di dalam tubuhnya. Mengapa hal ini bisa terjadi? Rupanya saat tubuh mengalami diabetes maka pembuluh darah akan lebih tebal dari orang normal.

Pembuluh darah yang terlalu tebal akan mengganggu peredaran darah dan tidak tertutup kemungkinan memutus aliran darah tersebut. Termasuk alirannya ke organ jantung yang membuatnya berhenti berdetak, sebab kekurangan pasokan oksigen. Menghindari kematian mendadak karena komplikasi di jantung maka penderita perlu mengontrol kadar gula darah.

Yakni dengan disiplin menerapkan diet diabetes sehingga lonjakan gula darah tidak akan dialami. Nantinya juga akan menjaga kondisi pembuluh darah supaya aliran darah tetap lancar. Resiko jantung koroner pun semakin kecil ketika menerapkannya.

4. Mengalami Penggumpalan Darah

Penyebab dari penyakit jantung tidak hanya makanan meskipun makanan penyebab jantung koroner sangatlah banyak. Sebab bisa pula dipicu oleh faktor lain, salah satunya mengalami penggumpalan darah. Diketahui bahwa orang yang mengalami penggumpalan darah memiliki resiko lebih tinggi menderita penyakit jantung.

Penggumpalan darah sendiri bisa terjadi karena berbagai sebab, diantaranya adalah:

  • Faktor genetik, sehingga memiliki keturunan yang bermasalah dengan penggumpalan darah.
  • Mengalami obesitas.
  • Efek dari konsumsi obat tertentu yang memicu penggumpalan darah.
  • Mengalami penyakit tertentu, misalnya sirosis, kanker, diabetes, sepsis, kelainan autoimun, dan lain sebagainya.
  • Memiliki pola hidup tidak sehat mulai dari pola makan kurang sehat sampai kebiasaan merokok dan minum minuman beralkohol.

Penggumpalan darah biasanya dapat terjadi karena adanya penyumbatan pada pembuluh darah. Sehingga aliran darah tersendat yang membuat darah menggumpal dan tidak bisa mengalir ke organ-organ vital tubuh. Kondisi ini akan mempengaruhi jantung, dan bisa jadi suplai darah dan oksigen ke organ ini menjadi terhenti.

5. Punya Tekanan Darah Tinggi

Faktor lain yang meningkatkan resiko seseorang bisa mengalami jantung koroner adalah memiliki tekanan darah tinggi atau hipertensi. Penderita hipertensi diketahui bisa mengalami penyakit ini beberapa kali lipat lebih tinggi dibanding yang tidak punya masalah hipertensi. Maka penderitanya harus waspada sebab resiko kematian mendadak karena suplai oksigen ke jantung yang terhenti.

Seseorang dikatakan memiliki hipertensi ketika hasil pengukuran tekanan darah menunjukan angka 130 mmHg untuk tekanan sistolik. Kemudian untuk tekanan diastolik mencapai angka 80 mmHg atau bahkan lebih. Jika diketahui memiliki tekanan darah tinggi maka penting untuk rutin mengkonsumsi obat dan menjaga pola makan secara disiplin.

Menghindari berbagai makanan yang bisa memicu kenaikan tekanan darah, misalnya makanan tinggi garam dan berlemak. Akan membantu menjaga tekanan darah tetap normal dan peredaran darah bisa berjalan sebagaimana mestinya. Resiko mengalami serangan jantung pun bisa ditekan.

Baca Juga: Stabilkan Kadar Kolesterol dengan Hindari 5 Makanan Ini

Pencegahan Jantung Koroner

Jika masih muda dan kondisi tubuh masih terbilang sehat, maka penting untuk melakukan pencegahan penyakit jantung koroner sejak dini. Beberapa upaya yang bisa dilakukan antara lain:

  • Melakukan kegiatan olahraga secara teratur, yang membantu mengatasi atau mengikis penumpukan plak di pembuluh darah secara alami.
  • Menerapkan pola makan yang sehat yakni mengkonsumsi makanan rendah lemak dan tidak mengandung kolesterol tinggi.
  • Menghentikan kebiasaan merokok, sebab bisa meningkatkan resiko menderita penyakit jantung dan memicu serangan jantung mendadak.
    Berusaha menurunkan berat badan jika memang tergolong berlebih, dianjurkan untuk memiliki BMI kurang dari 25.
  • Mengontrol tekanan darah dengan disiplin, bisa dari konsumsi obat yang diresepkan dokter secara teratur dan menjaga pola makan dengan teliti.
  • Menjalankan diet sehat bagi yang sedang diet, sebab bisa membantu mengontrol berat badan, tekanan darah, dan kadar kolesterol dalam darah agar jantung dan tubuh secara keseluruhan tetap sehat.
  • Mengendalikan stress, sebab kondisi psikis semacam ini bisa meningkatkan resiko penyakit jantung.
  • Berusaha untuk istirahat yang cukup, jangan sampai kelelahan supaya tubuh dan jantung tetap sehat.

Kolesterol tinggi adalah salah satu faktor pemicu penyakit jantung koroner. Kamu bisa melakukan pencegahan sehingga terhindar dari kolesterol tinggi, ataupun menurunkan kadar kolesterol tinggi.

Masukkan kebiasaan mengonsumsi Nutrive Benecol ke dalam menu harianmu 2 botol setiap harinya, karena aman dan tanpa penambahan gula pasir yang aman untuk diabetesi, dan menurunkan resiko menderita penyakit jantung.

Selain itu, konsumsi 2 botol NUtrive Benecol per hari juga terbukti secara klinis dapat membantu menstabilkan kadar kolesterol dalam darah. Sehingga bisa menjadi kunci untuk hidup sehat tanpa was-was dengan kemungkinan menderita kolesterol maupun jantung koroner.

 
Fibershot
Kembali ke atas