Logo Nutrive Benecol
Artikel
Artikel

7 Jenis Obat Penurun Kolesterol Beserta Manfaat dan Efek Sampingnya

7 Jenis Obat Penurun Kolesterol Beserta Manfaat dan Efek Sampingnya

Mengonsumsi obat penurun kolesterol jadi salah satu solusi ketika kadar kolesterol tinggi. Jika tidak diobati, kolesterol tinggi bisa menyebabkan penyakit berbahaya seperti jantung koroner hingga stroke.

Kolesterol adalah zat yang sebenarnya sangat dibutuhkan tubuh. Kolesterol berfungsi untuk melapisi dinding sel, membentuk jaringan otak dan saraf, membentuk vitamin D, dan membantu penyerapan kalsium.

Karena penting bagi tubuh, kolesterol diproduksi secara alami oleh organ hati. Kolesterol dalam aliran darah sebanyak 70-75 persen diproduksi organ hati, sisanya 25-30 persen berasal dari apa yang kita makan.

Meski penting bagi tubuh, kadar kolesterol yang terlalu banyak malah bisa membahayakan. Orang-orang yang terbiasa makan-makanan tinggi lemak dan kolesterol berpotensi memiliki kadar kolesterol tinggi dalam darah.

Faktor lainnya yang menyebabkan seseorang memiliki kolesterol tinggi adalah berat badan berlebih, jarang berolahraga, merokok, hingga riwayat keluarga yang memiliki kolesterol tinggi. Lalu apa yang bisa dilakukan bila kolesterol terlanjur tinggi?

Konsumsi obat penurun kolesterol bisa jadi solusi. Sebelum mengonsumsi obat-obat ini ada baiknya ketahui jenis, manfaat, dan efek sampingnya. Dirangkum dari Cleveland Clinic, ini jenis obat penurun kolesterol.

1. Statin

Statin adalah salah satu jenis obat kolesterol yang paling umum dikenal. Statin menurunkan produksi kolesterol dengan memblokir enzim reduktase HMG CoA yang digunakan hati untuk membuat kolesterol.

Manfaat lain statin selain adalah memperbaiki fungsi lapisan pembuluh darah, mengurangi peradangan, dan Mengurangi risiko penggumpalan darah dengan membuat trombosit tidak saling menempel

Namun statin memiliki efek samping seperti obat pada umumnya, yaitu sembelit atau mual, sakit kepala dan gejala seperti flu, sakit otot, kerusakan hati, kadar glukosa darah meningkat.

Baca Juga: Musim Liburan, Ini Tips Jaga Kolesterol Tetap Aman

2. Fibrate

Fibrate atau Fibric acid derivatives adalah obat yang mengurangi kadar lipid dalam darah, terutama trigliserida, yaitu lemak yang berasal dari sisa kalori makanan yang tidak terpakai.

Fibrate juga bagus dalam meningkatkan kolesterol baik dan menurunkan produksi kolesterol jahat. Orang yang memiliki penyakit ginjal atau penyakit hati disarankan tidak mengkonsumsi obat ini.

Efek samping yang bisa timbul dari obat ini adalah sembelit atau diare, berat badan turun, kembung, sendawa, muntah, sakit perut, sakit kepala, dan nyeri otot.

3. Pengikat asam empedu

Golongan obat ini bekerja di dalam usus. Obat ini menempelkan diri ke empedu, yaitu cairan kehijauan yang terbuat dari kolesterol oleh hati untuk mencerna makanan. Obat ini menurunkan kolesterol jahat dan sedikit meningkatkan kolesterol baik.

Efek samping dari konsumsi obat golongan ini adalah sakit tenggorokan, hidung tersumbat, sembelit, diare, penurunan berat badan, sendawa, kembung, mual, muntah, dan sakit perut.

4. Cholesterol absorption inhibitor

Golongan obat ini bekerja di usus untuk menghentikan tubuh dari menyerap kolesterol. Obat ini mengurangi kolesterol jahat, dan membantu mengontrol trigliserida dan kolesterol baik. Obat ini bisa dikombinasikan dengan statin. Kemungkinan efek samping obat ini adalah diare, kelelahan dan nyeri sendi.

5. Niacin

Niacin atau asam nikotinat adalah vitamin B kompleks. Ada beberapa jenis yang bisa didapatkan langsung di apotek. Namun beberapa jenis lainnya hanya bisa didapatkan dengan resep dokter.

Niacin menurunkan kadar kolesterol jahat dan trigliserida serta meningkatkan kolesterol baik. Penderita asam urat atau penyakit organ hati yang parah tidak boleh mengonsumsi niacin.

Efek sambil yang mungkin ditimbulkan oleh Niacin adalah gatal dan kesemutan, sakit kepala, sakit perut, gula darah meningkat, dan batuk.

Baca Juga: Kolesterol Naik Usai Liburan? Konsumsi Minuman Ini!

6. Suplemen asam lemak omega-3

Jenis obat yang digunakan untuk menurunkan trigliserida ini biasa disebut minyak ikan. Beberapa golongan suplemen ini bisa didapatkan langsung di apotek, namun beberapa jenis lain hanya bisa didapat dengan resep dokter.

Minyak ikan dapat mengganggu pengobatan lain dan beberapa orang alergi ikan dan kerang-kerangan. Efek samping lain adalah sendara, ruam atau gatal, gas, dan rasa amis..

7. Asam bempedoat

Asam bempedoat bekerja di organ hati untuk memperlambat produksi kolesterol. Obat ini harus dikonsumsi dengan obat golongan statin. Namun ada batasan dosis jika dikonsumsi dengan jenis simvastatin atau pravastatin.

Kemungkinan efek samping asam bempedoic adalah infeksi saluran pernapasan atas, sakit perut, sakit punggung, nyeri otot, asam urat meningkat, dan cedera tendon.

Selain obat penurun kolesterol yang sudah disebutkan, ada satu lagi cara menurunkan kolesterol yaitu dengan mengonsumsi Plant Stanol Ester. Plant Stanol Ester merupakan senyawa yang berasal dari tumbuh- tumbuhan seperti gandum, sayur, dan buah. Namun Plant Stanol Ester yang terkandung dalam sayur dan buah sangat sedikit jumlahnya.

Anda bisa mengonsumsi Nutrive Benecol yang mengandung Plant Stanol Ester. PSE telah teruji klinis mampu menurunkan kolesterol 7-10% jika dikonsumsi 2x sehari langsung setelah makan selama 2 minggu. Struktur PSE mirip dengan kolesterol, sehingga menghambat penyerapan kolesterol dari makanan.

Nutrive Benecol menjadi alternatif cara enak turunkan kolesterol dengan varian rasa yang enak, yaitu Blackcurrant, Stawverry, Lychee dan Orange. Nutrive Benecol cocok juga untuk Anda dengan kolesterol normal namun ingin melakukan pencegahan.

 
Fibershot
Kembali ke atas