Logo Nutrive Benecol
Artikel
Artikel

Alasan Wanita Usia 40-an Harus Turunkan Kolesterol Tinggi

Alasan Wanita Usia 40-an Harus Turunkan Kolesterol Tinggi

Ketika usia sudah menginjak 40, Anda harus berkata “tidak” lebih tegas pada kolesterol tinggi.

 

Ketika Anda melahap gorengan atau makanan berlemak, tak jarang orang akan berkata, “Kolesterolnya pasti tinggi.” Walaupun sekarang sebagian orang sudah tahu bahwa kolesterol tinggi itu buruk dan harus diturunkan dengan pola hidup sehat, banyak yang masih tidak sadar akan bahayanya. Terutama, dampak kolesterol tinggi pada wanita.

 

Sebenarnya, mengapa wanita perlu takut dengan kolesterol tinggi? Mengapa usia 40 Anda perlu lebih berhati-hati akan kolesterol? Dan mengapa harus Anda turunkan?

 

Momok bernama kolesterol

Kolesterol tidak sepenuhnya buruk untuk tubuh. Kolesterol adalah salah satu dari banyak substansi yang dibuat tubuh Anda untuk menjaganya tetap sehat. Kolesterol berasal dari dua sumber, yakni tubuh Anda sendiri dan makanan.

 

Organ hati dan sel dalam tubuh manusia membuat sekitar 75% kolesterol dalam darah, sementara 25% lainnya berasal dari makanan yang Anda konsumsi. Kolesterol dari makanan hanya ditemukan pada produk hewani.

 

Anda mengenal kolesterol ‘baik’(HDL) dan kolesterol ‘jahat’ (LDL). Penting untuk diketahui bahwa HDL justru bagus bila tinggi kadarnya dalam darah. Sementara itu untuk LDL, Anda harus menjaga agar kadarnya tetap dalam batas optimal.

 

Kadar HDL pada wanita sebaiknya ada dalam kisaran 50–59 mg/dL, atau bahkan lebih, untuk menurunkan risiko serangan jantung. Sedangkan kadar LDL pada wanita sehat adalah dibawah 100 mg/dL.Namun, jika kadar HDL atau LDL Anda melebihi batas normal, berarti ini waktunya bagi Anda untuk mengubahnya.Berikut alasannya!

 

  1. Kolesterol tinggi adalah racun bagi tubuh

Seperti yang telah dijelaskan, ada dua jenis kolesterol, yaitu HDL dan LDL. Terlalu banyak kadar LDL dalam darah atau kadar HDL yang terlalu rendah menyebabkan penyempitan pembuluh darah jantung dan otak. Hal ini dapat berujung pada serangan jantung atau strok.

 

Untuk mengurangi risiko tersebut, cara yang dapat Anda lakukan tentu saja dengan menjaga kadar LDL tetap dalam batas optimal dan kadar HDL tetap tinggi. Sederhana, kan?

 

  1. Kolesterol ‘jahat’ mempercepat penuaan pembuluh darah

Kadar kolesterol ‘jahat’ yang tinggi dalam darah akan membentuk plak yang menyebabkan penyempitan pembuluh darah yang memberikan asupan oksigen dan nutrisi.Nah, apabila

kolesterol ‘baik’ tinggi kadarnya dalam darah maka akan membawa kolesterol ‘jahat’ keluar dari peredaran darah. Efeknya? Pembuluh darah akan terlindungi dari pembentukan plak.

 

  1. Kolesterol memengaruhi hormon kewanitaan

Ternyata, hormon estrogen yang cukup pada wanita berguna untuk meningkatkan kolesterol ‘baik’. Ini menguntungkan karena wanita punya kadar HDL yang lebih tinggi daripada pria.Namun, jika wanita tersebut memiliki kebiasaan merokok, kegemukan, dan kurang aktivitas fisik, maka dapat menurunkan kadar kolesterol ‘baik’.

 

Seiring bertambahnya usia, hormon kewanitaan dapat berkurang sehingga kolesterol ‘baik’cenderung lebih menurun, dan sebaliknya, kolesterol ‘jahat’ lebih mudah meningkat. Karena itu, meski usia sudah 40-an, tetaplah perhatikan gaya hidupdan rutin kontrol ke dokter

 

  1. Kolesterol dapat menyebabkan kecacatan pada usia lanjut

Seseorang yang selamat dari strok, terancam mengalami kecacatan permanen. Badan lumpuh sebelah, jalan pincang, mulut mencong, susah berbicara, dan sulit menelan adalah sedikit dari kecacatan permanen akibat strok. Apa hubungannya dengan kolesterol? Ya, kolesterol tinggi adalah salah satu penyebab utama dari strok.

 

  1. Kolesterol ‘jahat’, penyebab penyakit pembunuh nomor satu

Penyakit yang disebut pembunuh nomor satu untuk wanita bukanlah kanker serviks atau kanker payudara, melainkan penyakit jantung. Kolesterol ‘jahat’adalah salah satu faktor utama penyakit jantung koroner yang nantinya menyebabkan serangan jantung.

 

Kolesterol tinggi memang bukan keluhan kesehatan yang langka. Namun, tidak berarti Anda boleh menyepelekannya begitu saja. Pada usia 40-an ini, jagalah agar kadar kolesterol tetap stabil demi mencegah gangguan kesehatan lain yang lebih serius.Ingat, kadar LDL yang terlalu tinggi bisa memicu penyakit jantung dan strok!

 

Ketika usia sudah menginjak 40, Anda harus berkata “tidak” lebih tegas pada kolesterol tinggi.

 

Ketika Anda melahap gorengan atau makanan berlemak, tak jarang orang akan berkata, “Kolesterolnya pasti tinggi.” Walaupun sekarang sebagian orang sudah tahu bahwa kolesterol tinggi itu buruk dan harus diturunkan dengan pola hidup sehat, banyak yang masih tidak sadar akan bahayanya. Terutama, dampak kolesterol tinggi pada wanita.

 

Sebenarnya, mengapa wanita perlu takut dengan kolesterol tinggi? Mengapa usia 40 Anda perlu lebih berhati-hati akan kolesterol? Dan mengapa harus Anda turunkan?

 

Momok bernama kolesterol

Kolesterol tidak sepenuhnya buruk untuk tubuh. Kolesterol adalah salah satu dari banyak substansi yang dibuat tubuh Anda untuk menjaganya tetap sehat. Kolesterol berasal dari dua sumber, yakni tubuh Anda sendiri dan makanan.

 

Organ hati dan sel dalam tubuh manusia membuat sekitar 75% kolesterol dalam darah, sementara 25% lainnya berasal dari makanan yang Anda konsumsi. Kolesterol dari makanan hanya ditemukan pada produk hewani.

 

Anda mengenal kolesterol ‘baik’(HDL) dan kolesterol ‘jahat’ (LDL). Penting untuk diketahui bahwa HDL justru bagus bila tinggi kadarnya dalam darah. Sementara itu untuk LDL, Anda harus menjaga agar kadarnya tetap dalam batas optimal.

 

Kadar HDL pada wanita sebaiknya ada dalam kisaran 50–59 mg/dL, atau bahkan lebih, untuk menurunkan risiko serangan jantung. Sedangkan kadar LDL pada wanita sehat adalah dibawah 100 mg/dL.Namun, jika kadar HDL atau LDL Anda melebihi batas normal, berarti ini waktunya bagi Anda untuk mengubahnya.Berikut alasannya!

 

  1. Kolesterol tinggi adalah racun bagi tubuh

Seperti yang telah dijelaskan, ada dua jenis kolesterol, yaitu HDL dan LDL. Terlalu banyak kadar LDL dalam darah atau kadar HDL yang terlalu rendah menyebabkan penyempitan pembuluh darah jantung dan otak. Hal ini dapat berujung pada serangan jantung atau strok.

 

Untuk mengurangi risiko tersebut, cara yang dapat Anda lakukan tentu saja dengan menjaga kadar LDL tetap dalam batas optimal dan kadar HDL tetap tinggi. Sederhana, kan?

 

  1. Kolesterol ‘jahat’ mempercepat penuaan pembuluh darah

Kadar kolesterol ‘jahat’ yang tinggi dalam darah akan membentuk plak yang menyebabkan penyempitan pembuluh darah yang memberikan asupan oksigen dan nutrisi.Nah, apabila

kolesterol ‘baik’ tinggi kadarnya dalam darah maka akan membawa kolesterol ‘jahat’ keluar dari peredaran darah. Efeknya? Pembuluh darah akan terlindungi dari pembentukan plak.

 

  1. Kolesterol memengaruhi hormon kewanitaan

Ternyata, hormon estrogen yang cukup pada wanita berguna untuk meningkatkan kolesterol ‘baik’. Ini menguntungkan karena wanita punya kadar HDL yang lebih tinggi daripada pria.Namun, jika wanita tersebut memiliki kebiasaan merokok, kegemukan, dan kurang aktivitas fisik, maka dapat menurunkan kadar kolesterol ‘baik’.

 

Seiring bertambahnya usia, hormon kewanitaan dapat berkurang sehingga kolesterol ‘baik’cenderung lebih menurun, dan sebaliknya, kolesterol ‘jahat’ lebih mudah meningkat. Karena itu, meski usia sudah 40-an, tetaplah perhatikan gaya hidupdan rutin kontrol ke dokter

 

  1. Kolesterol dapat menyebabkan kecacatan pada usia lanjut

Seseorang yang selamat dari strok, terancam mengalami kecacatan permanen. Badan lumpuh sebelah, jalan pincang, mulut mencong, susah berbicara, dan sulit menelan adalah sedikit dari kecacatan permanen akibat strok. Apa hubungannya dengan kolesterol? Ya, kolesterol tinggi adalah salah satu penyebab utama dari strok.

 

  1. Kolesterol ‘jahat’, penyebab penyakit pembunuh nomor satu

Penyakit yang disebut pembunuh nomor satu untuk wanita bukanlah kanker serviks atau kanker payudara, melainkan penyakit jantung. Kolesterol ‘jahat’adalah salah satu faktor utama penyakit jantung koroner yang nantinya menyebabkan serangan jantung.

 

Kolesterol tinggi memang bukan keluhan kesehatan yang langka. Namun, tidak berarti Anda boleh menyepelekannya begitu saja. Pada usia 40-an ini, jagalah agar kadar kolesterol tetap stabil demi mencegah gangguan kesehatan lain yang lebih serius.Ingat, kadar LDL yang terlalu tinggi bisa memicu penyakit jantung dan strok!

 

 

 

Ketika usia sudah menginjak 40, Anda harus berkata “tidak” lebih tegas pada kolesterol tinggi.

 

Ketika Anda melahap gorengan atau makanan berlemak, tak jarang orang akan berkata, “Kolesterolnya pasti tinggi.” Walaupun sekarang sebagian orang sudah tahu bahwa kolesterol tinggi itu buruk dan harus diturunkan dengan pola hidup sehat, banyak yang masih tidak sadar akan bahayanya. Terutama, dampak kolesterol tinggi pada wanita.

 

Sebenarnya, mengapa wanita perlu takut dengan kolesterol tinggi? Mengapa usia 40 Anda perlu lebih berhati-hati akan kolesterol? Dan mengapa harus Anda turunkan?

 

Momok bernama kolesterol

Kolesterol tidak sepenuhnya buruk untuk tubuh. Kolesterol adalah salah satu dari banyak substansi yang dibuat tubuh Anda untuk menjaganya tetap sehat. Kolesterol berasal dari dua sumber, yakni tubuh Anda sendiri dan makanan.

 

Organ hati dan sel dalam tubuh manusia membuat sekitar 75% kolesterol dalam darah, sementara 25% lainnya berasal dari makanan yang Anda konsumsi. Kolesterol dari makanan hanya ditemukan pada produk hewani.

 

Anda mengenal kolesterol ‘baik’(HDL) dan kolesterol ‘jahat’ (LDL). Penting untuk diketahui bahwa HDL justru bagus bila tinggi kadarnya dalam darah. Sementara itu untuk LDL, Anda harus menjaga agar kadarnya tetap dalam batas optimal.

 

Kadar HDL pada wanita sebaiknya ada dalam kisaran 50–59 mg/dL, atau bahkan lebih, untuk menurunkan risiko serangan jantung. Sedangkan kadar LDL pada wanita sehat adalah dibawah 100 mg/dL.Namun, jika kadar HDL atau LDL Anda melebihi batas normal, berarti ini waktunya bagi Anda untuk mengubahnya.Berikut alasannya!

 

  1. Kolesterol tinggi adalah racun bagi tubuh

Seperti yang telah dijelaskan, ada dua jenis kolesterol, yaitu HDL dan LDL. Terlalu banyak kadar LDL dalam darah atau kadar HDL yang terlalu rendah menyebabkan penyempitan pembuluh darah jantung dan otak. Hal ini dapat berujung pada serangan jantung atau strok.

 

Untuk mengurangi risiko tersebut, cara yang dapat Anda lakukan tentu saja dengan menjaga kadar LDL tetap dalam batas optimal dan kadar HDL tetap tinggi. Sederhana, kan?

 

  1. Kolesterol ‘jahat’ mempercepat penuaan pembuluh darah

Kadar kolesterol ‘jahat’ yang tinggi dalam darah akan membentuk plak yang menyebabkan penyempitan pembuluh darah yang memberikan asupan oksigen dan nutrisi.Nah, apabila

kolesterol ‘baik’ tinggi kadarnya dalam darah maka akan membawa kolesterol ‘jahat’ keluar dari peredaran darah. Efeknya? Pembuluh darah akan terlindungi dari pembentukan plak.

 

  1. Kolesterol memengaruhi hormon kewanitaan

Ternyata, hormon estrogen yang cukup pada wanita berguna untuk meningkatkan kolesterol ‘baik’. Ini menguntungkan karena wanita punya kadar HDL yang lebih tinggi daripada pria.Namun, jika wanita tersebut memiliki kebiasaan merokok, kegemukan, dan kurang aktivitas fisik, maka dapat menurunkan kadar kolesterol ‘baik’.

 

Seiring bertambahnya usia, hormon kewanitaan dapat berkurang sehingga kolesterol ‘baik’cenderung lebih menurun, dan sebaliknya, kolesterol ‘jahat’ lebih mudah meningkat. Karena itu, meski usia sudah 40-an, tetaplah perhatikan gaya hidupdan rutin kontrol ke dokter

 

  1. Kolesterol dapat menyebabkan kecacatan pada usia lanjut

Seseorang yang selamat dari strok, terancam mengalami kecacatan permanen. Badan lumpuh sebelah, jalan pincang, mulut mencong, susah berbicara, dan sulit menelan adalah sedikit dari kecacatan permanen akibat strok. Apa hubungannya dengan kolesterol? Ya, kolesterol tinggi adalah salah satu penyebab utama dari strok.

 

  1. Kolesterol ‘jahat’, penyebab penyakit pembunuh nomor satu

Penyakit yang disebut pembunuh nomor satu untuk wanita bukanlah kanker serviks atau kanker payudara, melainkan penyakit jantung. Kolesterol ‘jahat’adalah salah satu faktor utama penyakit jantung koroner yang nantinya menyebabkan serangan jantung.

 

Kolesterol tinggi memang bukan keluhan kesehatan yang langka. Namun, tidak berarti Anda boleh menyepelekannya begitu saja. Pada usia 40-an ini, jagalah agar kadar kolesterol tetap stabil demi mencegah gangguan kesehatan lain yang lebih serius.Ingat, kadar LDL yang terlalu tinggi bisa memicu penyakit jantung dan strok!

 Ketika usia sudah menginjak 40, Anda harus berkata “tidak” lebih tegas pada kolesterol tinggi.

Ketika Anda melahap gorengan atau makanan berlemak, tak jarang orang akan berkata, “Kolesterolnya pasti tinggi.” Walaupun sekarang sebagian orang sudah tahu bahwa kolesterol tinggi itu buruk dan harus diturunkan dengan pola hidup sehat, banyak yang masih tidak sadar akan bahayanya. Terutama, dampak kolesterol tinggi pada wanita.

Sebenarnya, mengapa wanita perlu takut dengan kolesterol tinggi? Mengapa usia 40 Anda perlu lebih berhati-hati akan kolesterol? Dan mengapa harus Anda turunkan?

Momok bernama kolesterol

Kolesterol tidak sepenuhnya buruk untuk tubuh. Kolesterol adalah salah satu dari banyak substansi yang dibuat tubuh Anda untuk menjaganya tetap sehat. Kolesterol berasal dari dua sumber, yakni tubuh Anda sendiri dan makanan.

Organ hati dan sel dalam tubuh manusia membuat sekitar 75% kolesterol dalam darah, sementara 25% lainnya berasal dari makanan yang Anda konsumsi. Kolesterol dari makanan hanya ditemukan pada produk hewani.

Anda mengenal kolesterol ‘baik’(HDL) dan kolesterol ‘jahat’ (LDL). Penting untuk diketahui bahwa HDL justru bagus bila tinggi kadarnya dalam darah. Sementara itu untuk LDL, Anda harus menjaga agar kadarnya tetap dalam batas optimal.

Kadar HDL pada wanita sebaiknya ada dalam kisaran 50–59 mg/dL, atau bahkan lebih, untuk menurunkan risiko serangan jantung. Sedangkan kadar LDL pada wanita sehat adalah dibawah 100 mg/dL.Namun, jika kadar HDL atau LDL Anda melebihi batas normal, berarti ini waktunya bagi Anda untuk mengubahnya.Berikut alasannya!

  1. Kolesterol tinggi adalah racun bagi tubuh

Seperti yang telah dijelaskan, ada dua jenis kolesterol, yaitu HDL dan LDL. Terlalu banyak kadar LDL dalam darah atau kadar HDL yang terlalu rendah menyebabkan penyempitan pembuluh darah jantung dan otak. Hal ini dapat berujung pada serangan jantung atau strok.

Untuk mengurangi risiko tersebut, cara yang dapat Anda lakukan tentu saja dengan menjaga kadar LDL tetap dalam batas optimal dan kadar HDL tetap tinggi. Sederhana, kan?

  1. Kolesterol ‘jahat’ mempercepat penuaan pembuluh darah

Kadar kolesterol ‘jahat’ yang tinggi dalam darah akan membentuk plak yang menyebabkan penyempitan pembuluh darah yang memberikan asupan oksigen dan nutrisi.Nah, apabila

kolesterol ‘baik’ tinggi kadarnya dalam darah maka akan membawa kolesterol ‘jahat’ keluar dari peredaran darah. Efeknya? Pembuluh darah akan terlindungi dari pembentukan plak.

  1. Kolesterol memengaruhi hormon kewanitaan

Ternyata, hormon estrogen yang cukup pada wanita berguna untuk meningkatkan kolesterol ‘baik’. Ini menguntungkan karena wanita punya kadar HDL yang lebih tinggi daripada pria.Namun, jika wanita tersebut memiliki kebiasaan merokok, kegemukan, dan kurang aktivitas fisik, maka dapat menurunkan kadar kolesterol ‘baik’.

Seiring bertambahnya usia, hormon kewanitaan dapat berkurang sehingga kolesterol ‘baik’cenderung lebih menurun, dan sebaliknya, kolesterol ‘jahat’ lebih mudah meningkat. Karena itu, meski usia sudah 40-an, tetaplah perhatikan gaya hidupdan rutin kontrol ke dokter sehingga kolesterol selalu terjaga.

  1. Kolesterol dapat menyebabkan kecacatan pada usia lanjut

Seseorang yang selamat dari strok, terancam mengalami kecacatan permanen. Badan lumpuh sebelah, jalan pincang, mulut mencong, susah berbicara, dan sulit menelan adalah sedikit dari kecacatan permanen akibat strok. Apa hubungannya dengan kolesterol? Ya, kolesterol tinggi adalah salah satu penyebab utama dari strok.

  1. Kolesterol ‘jahat’, penyebab penyakit pembunuh nomor satu

Penyakit yang disebut pembunuh nomor satu untuk wanita bukanlah kanker serviks atau kanker payudara, melainkan penyakit jantung. Kolesterol ‘jahat’adalah salah satu faktor utama penyakit jantung koroner yang nantinya menyebabkan serangan jantung.

Kolesterol tinggi memang bukan keluhan kesehatan yang langka. Namun, tidak berarti Anda boleh menyepelekannya begitu saja. Pada usia 40-an ini, jagalah agar kadar kolesterol tetap stabil demi mencegah gangguan kesehatan lain yang lebih serius.Ingat, kadar LDL yang terlalu tinggi bisa memicu penyakit jantung dan strok!

 

 
Fibershot
Kembali ke atas