Logo Nutrive Benecol
Artikel
Artikel

Benarkah Kolesterol Lebih Mudah Naik Saat Musim Hujan?

Benarkah Kolesterol Lebih Mudah Naik Saat Musim Hujan?

Meningkatnya kadar kolesterol seseorang diyakini akan lebih mudah naik saat memasuki musim dingin. Benarkah demikian? Berikut ulasannya.

Indonesia adalah negara tropis yang memiliki 2 musim, yakni musim hujan dan musim kemarau. Saat musim penghujan, cuaca yang rentan terjadi ialah cuaca dengam suhu lebih rendah atau lebih dingin. Di saat cuaca seperti itulah, tingkat kolesterol seseorang akan cenderung lebih tinggi.

Beberapa ahli yang melakukan studi dan menjadikan 2,8 juta warga Amerika sebagai sampel, menyebutkan saat musim salju terjadi, seseorang memiliki kecerendungan untuk meningkatkan kolesterol darah mereka. Hal ini disebabkan karena, saat cuaca dingin orang lebih cenderung mudah merasa lapar dan selalu makan lebih banyak. Tak hanya itu, cuaca dingin juga membuat orang malas berolahraga sehingga membuat kadar kolesterol dalam darah dapat meningkat pesat.

Saat musim dingin, orang juga lebih senang berada di dalam rumah, sehingga sangat kecil kemungkinan untuk melakukan aktivitas berat dan memilih untuk bersantai-santai. Hal tersebut juga semakin parah, sebab paparan sinar matahari yang jauh lebih sedikit saat musim hujan, yang berdampak pada turunnya konsenterasi vitamin D. Menurut beberapa ahli, vitamin memiliki peran penting untuk mengurangi kadar kolesterol LDL (Low Density Lipoprotein) atau kolesterol jahat.

Namun, berapa besarnya peningkatan total kolesterol? Pada pria, peningkatan kolesterol memiliki peningkatan kolesterol sebesar 3,5%. Sedangkan pada wanita memiliki peningkatan kolesterol sebesar 1,7%. Namun, angka tersebut belum berlaku untuk wilayah Indonesia, sebab untuk melakukan penelitian serupa diperlukan jumlah sampel yang sangat banyak.

Walaupun Indonesia hanya memiliki musim penghujan, namun kecenderungan peningkatan kolesterol saat musim dingin akan sama dengan sampel yang telah dilakukan di Amerika. Hal itu juga tidak terlepas dari faktor-faktor serupa yang telah disebutkan berdasarkan penelitian ilmiah yang sudah dilakukan di Amerika.

Sumber :

http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/15111372

http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/8935479

 
Fibershot
Kembali ke atas