Logo Nutrive Benecol
Artikel
Artikel

Berat Badan Normal Juga Dapat Mengalami Kolesterol Tinggi

 Berat Badan Normal Juga Dapat Mengalami Kolesterol Tinggi

Selain dapat menyerang penderita bertubuh gemuk, kolesterol tinggi juga dapat menyerang penderita bertubuh normal.

Biasanya kolesterol tinggi menyerang orang dengan kondisi berat badan yang tinggi. Namun ternyata, belakangan ini diketahui kolesterol tinggi juga  dapat menyerang orang yang memiliki kondisi berat badan normal. Saat ini, banyak orang dewasa yang terlihat sehat dan segar, memiliki berat badan normal dan terlihat tidak menyimpan lemak berlebih pada tubuh mereka. Namun ternyata sebagian besar dari mereka menyimpan lemak dan kolesterol pada dinding pembuluh darah arteri. Kondisi tersebut dinamakan aterosklerosis. Kondisi inilah yang nantinya membuat penderitanya mempunyai resiko lebih tinggi untuk menderita penyakit dan stroke.

Ahli Departemen Endokrinologi dari Singapore General Hospital, mengatakan jika aterosklerosis terjadi saat kolesterol, lemak dan zat kimia dalam tubuh lainnya terkumpul dan menumpuk pada arteri selama bertahun-tahun dan membentuk struktur yang kemudian dikenal sebagai plak. Saat hal tersebut terjadi, aliran darah yang mengalir ke organ vital dapat menurun.

Aterosklerosis dapat berkembang secara bertahap dan tidak ada gen berkembang secara bertahap, dan mungkin tidak ada gejala yang terlihat saat arteri benar-benar menyempit. Aterosklerosis juga dapat mempengaruhi pembuluh darah arteri di jantung, otak, lengan ataupun kaki.

Salah satu penyebab aterosklerosis ialah kolesterol tinggi.  Untuk itu, ada baiknya Anda wajib melakukan penapisan pada pria dan wanita yang berusia 40 tahun atau lebih atau pada remaja yang berusia 18 lebih. Penapisan perlu dilakukan jika seseorang memiliki faktor sebagai berikut:

  • Diabetes mellitus
  • Memiliki keluarga dengan riwayat penyakit jantung sebelum usia 50-60 tahun
  • Memiliki keluarga dengan riwayat  gangguan hiperlipidemia
  • Memiliki beberapa faktor risiko penyakit arteri koroner (merokok, hipertensi, dan obesitas)

Penelitian terbaru mengatakan jika, sebagian orang Asia Tenggara memiliki proporsi tubuh dengan lemak lebih banyak dibandingkan dengan orang kaukasia jika dilihat dari usia, indeks masa tubuh dan jenis kelamin. Hal tersebut menambah keyakinan jika populasi sebagian orang Asia memiliki risiko terkena penyakit diabetes mellitus dan jantung meskipun memiliki indeks masa tubuh yang normal.

Indeks masa tubuh ialah patokan yang mengidentifikasi beban tubuh seseorang, normal ataukah obesitas. Pengukuran indeks masa tubuh terbilang sangat mudah, hanya dengan mengukur berat tubuh dalam kilogram dibagi dengan kuadrat tinggi dalam meter. Pengukuran ini memiliki fungsi untuk mengetahui kelebihan berat badan yang berhubungan dengan presentase lemak yang terkandung dalam tubuh dan juga risiko penyakit kardiovaskular.

Oleh sebab itu, sangat disarankan untuk Anda menjaga dan menerapkan pola hidup sehat dengan cara, berolahraga secara rutin, mengkonsumsi makanan dan minuman yang kaya akan vitamin dan bergizi, menjauhi makanan dengan kadar kolesterol tinggi. Ada baiknya, jika Anda mulai rutin untuk memeriksa kesehatan Anda agar penyakit mudah terdeteksi. Apalagi jika Anda memiliki indikasi tubuh dengan kolesterol tinggi, Anda dapat segera memperbaiki pola hidup Anda.

 

 
Fibershot
Kembali ke atas