Berhenti Merokok untuk Turunkan Kolesterol

Berhenti Merokok untuk Turunkan Kolesterol

Berhenti merokok bisa menurunkan kadar kolesterol jahat dan mencegah berbagai penyakit mematikan.

Sejumlah lebih dari 36 juta orang meninggal akibat serangan jantung, stroke, diabetes mellitus, dan kanker tiap tahunnya. Lebih parahnya, penelitian mengatakan bahwa setiap 12 detik, 1 orang terdiagnosa penyakit jantung dan 2 detik kemudian setiap 1 orang terdiagnosa terserang stroke.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengatakan, rokok adalah penyebab utama peningkatan risiko kematian akibat penyakit-penyakit tersebut. Kandungan senyawa karbon, sianida dan banyak racun lainnya diklaim sebagai penyebab meningkatnya jumlah penyakit mematikan tersebut di atas.

Tentu Anda tidak ingin menjadi korban berikutnya, bukan? Berhenti merokok adalah satu-satunya jalan untuk memulai hidup dengan minim risiko penyakit mematikan.

Inilah efek buruk merokok pada kesehatan:

  1. Menurunnya Kadar Kolesterol HDL (High-density Lipoprotein)
    Kolesterol HDL dikenal dengan sebutan kolesterol baik. HDL berfungsi membawa kolesterol jahat yang berlebih dalam darah menuju ke organ hati untuk diproses dalam metabolisme. Selain itu, HDL juga membersihkan dinding pembuluh darah dari tumpukan lemak jahat. Salah satu kandungan dalam asap rokok, akrolein, dapat menyebabkan kerusakan HDL, sehingga mengganggu fungsinya dan kondisi ini dapat berujung pada penyakit kardiovaskular.
  2. Meningkatkan Kadar Kolesterol LDL (Low-density Lipoprotein)
    Akibat kadar HDL yang rendah, jumlah LDL atau kolesterol jahat di dalam darah jadi meningkat. Zat akrolein pada rokok juga membuat LDL jadi zat yang seolah asing untuk tubuh, sehingga saat LDL melalui sel darah putih, sistem pertahanan tubuh akan menyerang LDL dan menyebabkan peradangan pada pembuluh darah. Jika terjadi secara terus-menerus, kondisi ini dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah atau aterosklerosis.
  3. Meningkatkan Kadar Trigliserida
    Kadar trigliserida lebih tinggi ditemukan pada perokok. Ini disebabkan nikotin yang terkandung pada rokok dapat meningkatkan lipolisis (pemecahan cadangan lemak) dan asam lemak bebas, yang salah satunya trigliserida. Trigliserida berfungsi sebagai sumber energi untuk proses metabolisme. Peningkatan kadar trigliserida di atas batas normal (hiperlipidemia) menjadi penyebab utama penyumbatan pembuluh darah, yang dapat mengakibatkan serangan jantung dan stroke.

Sudah jelas bahwa merokok berkaitan erat dengan peningkatan kadar kolesterol dalam tubuh dan pada akhirnya dapat memicu berbagai penyakit kardiovaskular, penyebab kematian. Masihkah Anda berpikir bahwa merokok itu tidak berbahaya? Mari berhenti merokok sekarang juga agar terhindar dari penyakit mematikan!

Bagi Anda yang ingin mengetahui lebih jauh mengenai topik ini, silakan ajukan pertanyaan di fitur Tanya Dokter Klikdokter.com di laman website kami.

Sumber : http://klikdokter.com/

 
Fibershot
Kembali ke atas