Logo Nutrive Benecol
Artikel
Artikel

Penyebab Naiknya Kolesterol Saat Puasa dan Pencegahannya

Penyebab Naiknya Kolesterol Saat Puasa dan Pencegahannya

Banyak sumber mengungkapkan bahwa kolesterol saat puasa akan lebih mudah dikontrol bahkan cenderung lebih mudah turun. Benarkah demikian? Meskipun ibadah puasa bisa membantu memberi dampak positif pada kontrol kadar kolesterol. Namun tidak serta merta demikian, sebab ketika pola makan saat sahur dan berbuka tidak mendukung. Maka lonjakan kolesterol jahat tidak akan bisa dihindari.

Jenis kolesterol dalam darah ada dua, pertama kolesterol baik atau HDL dan kedua adalah kolesterol jahat atau LDL. Keduanya dalam kadar normal akan bermanfaat bagi tubuh untuk menunjang berbagai sistem, misalnya sistem peredaran darah. Namun jika sebaliknya maka akan menyebabkan kondisi merugikan, dan kolesterol jahat berlebih bisa memicu penyakit jantung dan stroke.

Baca Juga: Catat, 7 Makanan Ini Bisa Memicu Strok

Penyebab Naiknya Kolesterol Saat Puasa

Berusaha untuk menjaga kadar kolesterol normal puasa adalah kebutuhan bagi siapa saja yang selama ini bermasalah untuk mengontrol substansi satu ini. Sebab ada banyak penderita kolesterol tinggi mengeluhkan naiknya kolesterol selama menjalankan ibadah puasa. Padahal hasil sebuah penelitian menunjukan jika penderita kolesterol tinggi bisa membantu menurunkannya secara alami dengan berpuasa.

Mengapa kemudian banyak yang mengalami kondisi sebaliknya? Rupanya lonjakan kolesterol selama puasa dipicu oleh beberapa penyebab umum berikut ini:

1. Kurang Memperhatikan Pola Makan

Meskipun ibadah puasa terbukti mampu membantu mengontrol kadar kolesterol, namun perlu memperhatikan asupan selama berpuasa. Kurang memperhatikan pola makan justru akan memberi dampak kenaikan kolesterol bahkan cukup drastis. Maka, lakukan koreksi pada pola makan selama berpuasa dan memperbaikinya.

Tidak sedikit yang berpikir selama berpuasa bisa lebih puas untuk bersantap karena sudah tidak mendapat asupan sekitar 14 jam. Sehingga merasa bisa dan tetap aman menyantap gorengan, makanan manis, dan lain sebagainya saat sahur maupun berbuka. Ternyata langkah ini adalah kesalahan besar.

Selama berpuasa untuk bisa mengontrol kadar kolesterol tetap perlu memperhatikan pola makan. Berbagai makanan pantangan dan anjuran tetap harus dipatuhi, supaya kolesterol saat puasa tetap stabil. Jadi jangan sampai terlupa untuk memperbanyak asupan tinggi serat, makanan dengan kandungan lemak sehat, dan mengurangi makanan manis maupun yang berlemak tinggi.

Saat sahur maupun berbuka utamakan mengkonsumsi makanan sehat dan kaya nutrisi. Kurangi asupan protein hewani, makanan berlemak, dan juga makanan manis. Saat berbuka biasanya muncul keinginan besar menyantap makanan manis maupun makanan super gurih seperti gorengan.

Namun dengan mengkonsumsi makanan seperti ini kepuasannya hanya sekejap, dan selanjutnya akan merasakan penyesalan mendalam. Sebab untuk mengontrol kadar kolesterol tidaklah mudah. Sengaja mengkonsumsi makanan yang memicu kenaikannya akan memberi kesulitan ekstra untuk mengembalikannya ke angka normal.

Baca Juga: Stabilkan Kadar Kolesterol dengan Hindari 5 Makanan Ini

2. Mengalami Kondisi Sindrom Metabolik

Kesulitan untuk menjaga kadar kolesterol selama puasa tidak hanya dari pola makan yang keliru. Namun dalam beberapa kasus juga disebabkan oleh kondisi sindrom metabolik. Yakni suatu kondisi dimana seseorang memiliki kondisi medis yang berpotensi menyebabkan penyakit jantung.

Kondisi medis yang dimaksudkan adalah kondisi dimana seseorang mengalami kelebihan berat badan, kadar gula darah tinggi, tekanan darah tinggi, dan punya kadar trigliserida yang tinggi. Agar kolesterol normal meskipun memiliki sindrom metabolik, yang perlu dilakukan adalah memperhatikan apa yang disantap saat sahur dan berbuka.

Jika dalam kondisi normal seseorang tetap sehat sehat saja meskipun berbuka dengan gorengan dan disusul makanan manis. Namun ketika tubuh mengalami salah satu atau beberapa kondisi medis di atas, maka akan memicu kenaikan kolesterol jahat secara drastis.

Sebaiknya lebih bijak dalam memilih menu makan saat sahur maupun berbuka, yakni yang lebih sehat. Utamakan memperbanyak asupan sayur dan juga buah dibanding menyantap makanan tinggi lemak. Selain itu ganti minuman manis dengan air putih dan beberapa butir buah kurma.

3. Kekurangan Asupan Taurin

Lonjakan kolesterol saat puasa juga bisa disebabkan karena tubuh kekurangan taurin yang bermanfaat untuk mengontrol kolesterol dalam darah. Saat tidak berpuasa kebutuhan taurin ini akan lebih mudah untuk dipenuhi. Sebab bisa didapatkan dari berbagai jenis bahan makanan yang dikonsumsi selama seharian penuh.

Hanya saja kondisi akan berbeda saat menjalankan ibadah puasa, karena praktis jam makan berkurang dan asupan atau variasi makanannya pun akan ikut berkurang. Bagaimana mengatasinya? Ada baiknya menyantap makanan yang mengandung beberapa jenis bahan dalam satu porsi.

Supaya tidak kekenyangan, dan memicu kenaikan kolesterol karena saat makan berlebihan bisa berdampak demikian. Maka porsinya bisa diatur hanya sedikit atau separuh dari porsi seharusnya. Saat merasa lapar kembali bisa dilanjutkan ke setengah porsi berikutnya.

Sehingga meskipun tengah berpuasa bisa mendapatkan asupan nutrisi yang kompleks termasuk juga asupan taurin di dalamnya. Adapun jenis bahan makanan yang mengandung taurin ini antara lain seperti sayur brokoli, jamur, dan juga sayur bayam.

Tips Mengontrol Kolesterol Selama Puasa

Perlu strategi yang tepat untuk bisa menurunkan kadar kolesterol yang akan meroket saat berpuasa. Adapun strategi atau tips yang bisa dilakukan antara lain:

  • Memilih sahur dan berbuka dengan mengkonsumsi makanan yang rendah kolesterol sekaligus rendah gula.
  • Mempertimbangkan konsumsi obat penurun kolesterol di waktu malam sebelum pergi tidur, misalnya saja statin. Namun pastikan sudah dikonsultasikan dengan dokter untuk mengetahui dosisnya.
  • Memperbanyak asupan makanan yang memiliki sifat alami mengontrol kadar kolesterol saat puasa. Misalnya saja memilih sahur dengan oatmeal dicampur potongan buah atau berbuka dengan ikan salmon yang dipanggang.
  • Berusaha untuk tetap rutin menjalankan kegiatan olahraga selama berpuasa, dan bisa memperbanyak olahraga ringan seperti yoga, pilates, jalan kaki, atau mungkin berenang.
  • Memperhatikan porsi makan saat sahur dan berbuka supaya tidak berlebihan, karena makan terlalu banyak bisa membuat kolesterol melonjak secara instan.
  • Jika bermasalah dengan berat badan berlebih maka selama berpuasa usahakan untuk mengontrol berat badan, tidak ada salahnya tetap menjalani diet sehat selama berpuasa. Selain bisa lebih kurus saat lebaran juga membantu menjaga keseimbangan kadar kolesterol dalam darah sepanjang bulan Ramadhan.
  • Rutin minum Nutrive Benecol, yakni dua kali sehari saat sahur dan saat berbuka puasa.

Mengontrol kadar kolesterol dalam darah selama menjalankan ibadah puasa bisa menjadi PR yang sulit untuk dilakukan. Namun, bukan berarti tidak bisa sama sekali dilakukan. Sebab terdapat sejumlah usaha sederhana yang justru membantu mencapai target tersebut, misalnya saja dengan melakukan tips di atas.

Baca Juga: Yoga, Olahraga yang Efektif Turunkan Kolesterol

Kamu juga bisa mencoba cara enak turunkan kolesterol dengan Nutrive Benecol. Kandungan Plant Stanol Esternya ngehajar kolesterol dari makanan yang habis kita makan. Nutrive Benecol aman untuk dikonsumsi karena berasal dari bahan alami dan sudah mendapatkan status GRAS* dari United State FDA (USFDA) *Generally Recognized as Safe efektif dalam menunjang proses kontrol kadar kolesterol di dalam darah.

Minum Nutrive Benecol 2kali sehari saat sahur dan berbuka puasa. Jika rutin dilakukan maka kolesterol saat puasa akan tetap terjaga dan tidak was-was mengalami masalah sekunder dari efek kolesterol tersebut.

 
Fibershot
Kembali ke atas