Logo Nutrive Benecol
Artikel
Artikel

Ternyata, Kolesterol Tinggi Bisa Disebabkan Keturunan!

Ternyata, Kolesterol Tinggi Bisa Disebabkan Keturunan!

Merasa kesehatan tidak terganggu dan memiliki berat badan ideal bukan berarti Anda bebas dari kolesterol tinggi. Cari tahu sebabnya di sini!

Banyak orang yang masih berpikir bahwa kolesterol tinggi hanya diakibatkan oleh pola hidup tidak sehat, kurang olahraga, terlalu banyak mengonsumsi makanan berlemak dan digoreng, serta kurangnya konsumsi buah dan sayuran.

Walaupun orang gemuk cenderung memiliki risiko lebih terkena kolesterol tinggi, namun bukan berarti Anda yang memiliki badan langsing terhindar dari kolesterol tinggi. Hal ini dikarenakan kolesterol tinggi tidak hanya disebabkan oleh kelebihan berat badan, namun juga oleh faktor keturunan. Hal inilah yang sering kali tidak disadari dan tidak terdeteksi sejak usia muda dan pada akhirnya mengakibatkan stroke atau serangan jantung. Kedua penyakit tersebut nantinya dapat berakibat buruk, yakni kematian atau kelumpuhan pada usia yang cenderung muda.

Seperti yang telah diketahui, kolesterol yang juga berpengaruh dalam kelangsungan hidup sel dapat berasal dari dua sumber, yakni makanan yang dikonsumsi dan diproduksi oleh tubuh. Kolesterol tidak dapat larut dalam darah, maka tubuh akan membawanya bersamaan dengan protein yang mampu bercampur ke dalam aliran darah.

Dalam proses tersebut, partikel terpenting yang berperan dalam membawa kolesterol adalah kolesterol jahat (LDL). Saat sel membutuhkan kolesterol, maka LDL akan keluar dari aliran darah. Namun, jika reseptor LDL tidak berfungsi seperti seharusnya, maka LDL akan terus berada dalam aliran darah yang lalu masuk ke dalam dinding pembuluh darah arteri. Hal inilah yang menyebabkan munculnya plak dan mempersempit pembuluh darah.

Adanya kerusakan gen yang mengatur reseptor LDL ini bisa didapatkan dari salinan genetik ayah atau ibu penderita. Di Amerika Serikat, penderita kelainan ini diperkirakan sebanyak 1:500 orang dan hanya diketahui oleh 10-20% penderitanya. Jika kelainan ini tidak segera mendapat penanganan, maka 85% laki-laki dan 50% perempuan akan mengalami stroke atau serangan jantung yang mengakibatkan kematian mendadak pada usia di bawah 65 tahun.

Untuk mencegahnya, Anda dapat dengan rutin memeriksa kolesterol dan berkonsultasi dengan dokter. Bila hasil tes kadar kolesterol melebihi batas normal, maka Anda harus memulai diet rendah lemak, konsumsi lebih banyak sayuran, serta mengonsumsi obat antikolesterol tinggi sesuai saran dokter. Selain itu, Anda juga wajib menjaga tekanan darah, hindari merokok, serta mengonsumsi plant stanol ester yang mampu menurunkan kadar kolesterol.


Bagi Anda yang ingin mengetahui lebih jauh mengenai topik ini, silakan ajukan pertanyaan di fitur Tanya Dokter Klikdokter.com di laman website kami.

http://www.klikdokter.com/

 
Fibershot
Kembali ke atas