4 Cara Praktis Atasi Lonjakan Kolesterol

Mengawali tahun yang baru, sederet tuntutan pekerjaan mulai berdatangan silih berganti. Hal ini pada akhirnya akan meningkatkan risiko Anda untuk mengalami lonjakan kolesterol.

Faktanya, penelitian yang dipublikaskan di Journal of Public Health tahun 2013 menyebutkan bahwa stres akibat pekerjaan dapat menyebabkan peningkatan kadar kolesterol jahat (LDL) dan penurunan kadar kolesterol baik (HDL) di dalam tubuh. Keadaan ini dapat menjadi semakin parah bila dalam sehari-hari Anda juga mengonsumsi makanan yang tidak sehat, kurang tidur, serta kurang aktivitas fisik.

Dampak Kolesterol Tinggi

Kadar kolesterol di atas normal merupakan cikal-bakal beberapa penyakit berbahaya. American Heart Association menyebutkan bahwa orang-orang dengan kadar kolesterol di atas normal memiliki risiko yang lebih besar untuk terkena penyakit jantung koroner, serangan jantung dan stroke di kemudian hari.

Bagaimana Cara Mengatasinya?

Jika Anda adalah salah satu individu yang tidak ingin kolesterol terus melonjak, berikut beberapa kiat yang perlu dilakukan:

1.    Perbaiki pola makan

Sedapat mungkin, hindari makanan yang digoreng dan makanan berlemak. Pilihlah daging tanpa lemak, terutama ikan salmon dan tuna. Ini karena jenis asupan tersebut mengandung omega-3 yang dapat meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL) di dalam darah Anda.

Kolesterol baik (HDL) yang meningkat dapat menekan kadar kolesterol jahat (LDL) yang terlampau tinggi. Ini karena kolesterol baik (HDL) dapat membantu ‘membersihkan’ pembuluh darah yang dihinggapi kolesterol jahat (LDL).

2.    Mulailah konsumsi sayur dan buah-buahan

Pastikan Anda selalu menempatkan sayur dan buah-buahan pada piring makan. Ini karena sebagian besar sayur dan buah-buahan, terutama yang mengandung plant stanol ester, sangat baik untuk menurunkan kadar kolesterol jahat dari dalam tubuh.

3.    Berolahraga

Berolahraga dapat membantu tubuh menjaga metabolisme lemak dan kolesterol. Artinya, aktivitas sehat ini mampu menekan kadar kolesterol jahat di dalam tubuh.

Salah satu jenis olahraga yang bisa Anda coba adalah aerobik – seperti berjalan, bersepeda, dan berenang. American Heart Association memberikan batas minimal 150 menit olahraga aerobik setiap minggunya, yang bisa dibagi menjadi tiga hingga lima hari.

4.    Memeriksakan diri ke dokter

Jika Anda khawatir akan kolesterol tinggi dan bahaya di baliknya, jangan ragu untuk memeriksakan diri ke dokter. Jika hasil pemeriksaan menyebutkan bahwa Anda memiliki kadar kolesterol yang terlampau tinggi, dokter mungkin akan meresepkan obat penurun kolesterol dan perubahan gaya hidup yang lebih baik.

Perlu diketahui, kadar kolesterol jahat yang optimal adalah tidak lebih dari 100 mg/dL. Bagi yang sudah memiliki riwayat penyakit jantung, pernah merasakan serangan jantung, pernah operasi jantung atau pemasangan ring jantung, kadar kolesterol jahat yang dianjurkan adalah tidak lebih dari 70 mg/dL.

Jangan biarkan kolesterol tinggi mengendap dalam tubuh dan menyebabkan Anda terkena berbagai penyakit berbahaya. Segera tangkal kolesterol tinggi sekarang juga, agar Anda bisa hidup lebih bahagia dan sejahtera.

Sumber: www.klikdokter.com