Benarkah Sifat Temperamen pada Wanita Usia 40 Tahun Pertanda Kolesterol Tinggi?

Pernah mendengar kalimat, “Jangan sering marah-marah, nanti kolesterol naik” atau “Anda darah tinggi? Pantas sering marah-marah.”Ungkapan tersebut sering ditujukan padaorang berusia 40 tahun ke atas yangmemiliki temperamen tinggi dan sering marah-marah, tak terkecuali wanita.

Temperamen dan risiko kolesterol

Ada banyak faktor yang menyebabkan kadar kolesterol meningkat. Secara umum, faktor-faktor tersebut dibagi dalam dua kelompok, yaitu faktor yang dapat diubah dengan perubahan pola hidup dan yang tidak dapat diubah.

Faktor yang dapat diubah contohnya kebiasaan merokok, minum alkohol, pola makan, aktivitas fisik kurang, dan berat badan berlebih. Sedangkanfaktor yang tidak dapat diubah seperti usia, jenis kelamin, dan riwayat keluarga menderita kolesterol tinggi.

Lantas, bagaimana dengan emosi pada orang yang memiliki temperamen tinggi? Studi ilmiah membuktikan bahwa stres emosional memengaruhi kadar kolesterol seseorang secara jangka panjang. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa mereka yang sering mengalami stres dalam pekerjaan dan mudah marah lebih sering terdeteksi mengalami kolesterol tinggi.

Hal ini terjadi karena saat Anda terkena emosi, tubuh akan mengeluarkan hormon kortisol sebagai hormon stres yang menyebabkan kenaikan kadar gula darah dan memicu hati untuk memproduksi kolesterol. Kondisi inilah yang kemudian membuat kadar kolesterol dalam tubuh Anda meningkat, terutama kolesterol jahat.

Tak berhenti sampai disitu, rasa marah ternyata juga berhubungan dengan penyakit jantung. Mereka yang mudah marah diketahui tiga kali lebih rentan mengalami serangan jantung. Hal ini dipaparkan dalam jurnal Circulation dari American Heart Association yang dirilis pada Maret 2018.

Lebih berisiko pria atau wanita?

Baik pria maupun wanita sama-sama berisiko mengalami penyakit kolesterol, hanya saja pada rentang usia yang berbeda. Pria di usia muda lebih rentan mengalami darah tinggi dan serangan jantung dibandingkan wanita karena wanita di usia muda masih memiliki faktor protektif, yaitu hormon estrogen.

Saat menginjak usia tua, wanita dan pria sama-sama memiliki risiko yang besar untuk mengalami berbagai penyakit, termasuk kolesterol, darah tinggi, dan masalah jantung.

Namun, pada wanita yang menginjak usia 40 tahun dan telah mengalami menopause, kadar hormon estrogen dalam tubuhnya akan semakin menurun, sehingga ia akan kehilangan faktor protektif tersebut. Tak heran, wanita usia tua yang sering marah selalu dikaitkan dengan penyakit kolesterol.

Tips mencegah dan mengatasi kolesterol tinggi

Terlepas dari sifat temperamen, Anda tetap wajib menjaga kondisi tubuh agar tidak terkena kolesterol tinggi maupun penyakit lainnya. Berikut ini adalah upaya yang bisa Anda lakukan untuk mencegah terkena kolesterol tinggi:

1.     Aktivitas fisik

Mulailah dengan rutin beraktivitas fisik sebanyak 3-5 kali sehari dengan durasi selama 30 menit di setiap sesinya.

2.     Hindari kebiasaan yang merugikan kesehatan

Berbagai gaya hidup yang merusak organ tubuh seperti merokok, minum alkohol, serta konsumsi makanan cepat saji atau berpengawet dapat memicu Anda terkena kolesterol. Hindari berbagai kebiasaan tersebut dan jaga berat badan agar tidak berlebihan.

3.     Perbanyak konsumsi plant stanol ester

Plant Stanol Ester (PSE) bisa diperoleh dari konsumsi smoothies ataupun sereal yang mudah diperoleh di pasaran. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa senyawa ini dapat membantu menurunkan kadar kolesterol, terutama kolesterol jahat.

Saat dikonsumsi, PSE yang memiliki struktur mirip kolesterol akan berikatan dengan misel yang terbentuk setelah makan. Sehingga, PSE akan berkompetisi dengan kolesterol sebenarnya dan membuat kolesterol yang diserap tubuh menjadi sedikit, karena sisa kolesterol yang tidak terikat misel akhirnya akan terbuang.

Jadi, kalau Anda memiliki temperamen tinggi, sering marah, dan mudah stres, mulailah mengendalikannya.Ingat, hal tersebut dapat memicu Anda terkena kolesterol tinggi yang juga dapat menjadi biang keladi dari berbagai penyakit di kemudian hari. Untuk itu, terapkan pola hidup sehat –termasuk konsumsi makanan dengan gizi seimbang, dan berpikirlah positif.