Catat, 7 Makanan Ini Bisa Memicu Strok

Strok masih menjadi salah satu penyakit yang paling banyak diidap masyarakat Indonesia. Menurut data Riskesdas tahun 2013, strok merupakan penyebab kematian utama di hampir semua rumah sakit di Indonesia, yaitu 14,5 persen. Hal ini sebenarnya dapat dicegah dengan mengenali faktor risiko strok sejak dini dan mengendalikannya, serta melakukan deteksi dini.

Anda dan siapa pun dapat terkena strok jika tidak memerhatikan faktor risiko penyakit tersebut. Salah satu faktor risiko strok adalah gaya hidup yang tidak sehat. Contohnya, sering mengonsumsi makanan tinggi kolesterol dan lemak jenuh, kurang aktivitas fisik, dan merokok. Berdasarkan laporan WHO, sebanyak 90% kasus strok dapat dicegah dengan mengontrol faktor risiko.

Strok terjadi ketika suplai oksigen dan nutrisi ke dalam otak terganggu karena pembuluh darah di dalam otak tersumbat atau pecah. Gejala yang muncul tergantung jenis strok dan lokasi pembuluh darah di dalam otak. Sebanyak 80% kasus strok diakibatkan sumbatan pembuluh darah, dan 20% kasus dipicu oleh pecahnya pembuluh darah.

Penyebab utama strok adalah sumbatan plak di dalam pembuluh darah (aterosklerosis) yang diakibatkan penderita memiliki kadar kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, dan diabetes. Semua penyakit ini dapat berawal dari pola makan yang tidak sehat.

Untuk mencegah strok, Anda harus memperhatikan pola makan Anda sehari-hari. Hindari tujuh jenis makanan ini untuk meminimalkan risiko strok:  

1.    Makanan yang mengandung lemak jahat

Lemak jahat yang terkandung di dalam makanan terdiri atas lemak jenuh dan lemak trans. Keduanya dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL) di dalam tubuh. Jika tidak segera ditangani, akan menimbulkan penumpukan plak di pembuluh darah jantung dan otak. Contoh makanan yang menyimpan lemak jahat adalah daging merah, susu dan produk susu, serta makanan yang digoreng.

2.    Makanan tinggi garam

Makanan yang tinggi garam dapat memicu peningkatan tekanan darah karena mengandung natrium. Usahakan untuk mengonsumsi garam tidak lebih dari satu sendok teh per hari.

3.     Makanan tinggi gula

Pastikan Anda tidak mengonsumsi gula lebih dari empat sendok makan per hari. Ini karena makanan yang tinggi gula dapat merusak pembuluh darah, yang akhirnya bisa mendatangkan strok.

4.    Minuman beralkohol

Minuman yang mengandung alkohol dapat meningkatkan tekanan darah dan gangguan pembekuan darah. Kondisi tersebut akan menambah risiko terjadinya strok.

5.    Makanan instan

Biasanya makanan instan memiliki kandungan lemak jenuh, tinggi garam, dan tinggi kolesterol. Ketiga komponen ini dapat mengundang strok.

6.     Makanan kalengan

Makanan kaleng memiliki kandungan pengawet, garam, penyedap makanan, dan sodium. Semua itu juga dapat menyebabkan strok.

7.    Minuman bersoda

Di balik nikmatnya minuman bersoda, tersimpan bahaya yang mengintai dari kadar gulanya. Biasanya minuman bersoda memiliki kadar gula yang sangat tinggi. Mengonsumsi minuman ini terus-menerus dapat menyebabkan pembuluh darah di dalam tubuh menjadi rusak.

Selain menjaga asupan makanan, Anda juga harus melakukan pola hidup sehat lainnya. Anda dapat menerapkan metode TANGKAL untuk membantu menurunkan kolesterol tinggi sekaligus mencegah penyakit jantung dan strok, yakni:

  • Teratur periksa kolesterol
  • Awasi asupan dan pola makan
  • Nikmati hidup tanpa rokok dan minuman beralkohol
  • Giat berolahraga
  • Kendalikan berat badan dan hindari stress
  • Awasi tekanan darah
  • Lengkapi dengan konsumsi plant stanol ester(gandum, buah-buahan, kacang-kacangan). Kini tersedia juga makanan mengandung plant stanol ester  dalam bentuk kemasan di supermarket. Cocok untuk orang-orang yang butuh kepraktisan.

Lakukan metode TANGKAL tersebut sedini mungkin untuk menghindarkan diri Anda dari kolesterol tinggi, penyakit jantung, hingga strok. Dan tentu saja, lakukan secara konsisten agar manfaatnya terasa untuk jangka panjang.