Serangan Jantung pada Wanita Usia Tua, Apa Penyebabnya?

Kebanyakan orang akan merasa tak nyaman dan bahkan ngeri saat mendengar tentang serangan jantung. Kondisi yang mengancam nyawa ini dapat dialami siapa saja, termasuk kaum wanita. Hingga saat ini, penyakit jantung masih menjadi salah satu penyebab kematian terbanyak di Indonesia.

Meskipun terjadi secara mendadak, serangan jantung disebabkanoleh berbagai faktor risiko, termasuk akumulasi dari gaya hidup yang dijalankan sebelumnya. Secara garis besar, faktor risiko tersebut dibagi menjadi dua tipe, yaitu faktor risiko yang dapat diubah (modifiable) dan faktor risiko yang tidak dapat diubah (non-modifiable).

Faktor yang dapat dimodifikasi termasuk berat badan, pola makan, dan kurangnya aktivitas fisik. Sementara itu, faktor yang tidak dapat dimodifikasi adalah usia, jenis kelamin, serta riwayat keluarga yang memiliki latar belakang penyakit jantung.

Siapa saja yang berisiko terkena serangan jantung?

Dalam hal jenis kelamin dan usia, wanita umumnya lebih berisiko terkena penyakit jantung saat menginjak usia tua. Data dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menyebutkan bahwa satu dari empat wanita di Amerika meninggal dunia akibat penyakit jantung.

Hal ini bisa terjadi karena sebelum menginjak usia 55 tahun, hormon estrogen dalam tubuh wanita bertindak sebagai faktor protektif yangmelindungi dinding pembuluh darah dari kerusakan, yang merupakan salah satu pemicu serangan jantung.

Selain itu, hormon reproduksi ini pun bermanfaat meningkatkan kadar high density lipoprotein (HDL) atau yang dikenal sebagai kolesterol baik.Pada kaum pria, serangan jantung cenderung menyerang di usia muda karena pria tidak memiliki faktor protektif tersebut. Itulah sebabnya persentase pria yang terkena penyakit jantung di usia muda lebih banyak daripada wanita.

Akan tetapi, pada wanita yang memasuki usia menopause (mulai usia 55 tahun ke atas), hormon estrogen akan mengalami penurunan secara signifikan. Kaum hawa pun kehilangan faktor protektifnya. Hal ini menjadikan wanita rentan mengalami kerusakan pembuluh darah, penumpukan kolesterol jahat di tubuh, serta peningkatan tekanan darah.

Itulah sebabnya berbagai penyakit seperti kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, dan serangan jantung mengintai wanita di usia tua.

Tips mencegah serangan jantung di usia tua

Tentu bukan berarti setiap wanita yang sudah memasuki menopause pasti terkena serangan jantung. Anda dapat mencegahnya sedini mungkin dengan menerapkan pola hidup sehat, seperti:

·       Aktivitas fisik secara rutin

Lakukan olahraga setidaknya 3-5 kali setiap minggu.Durasi berolahraga sebaiknya tidak kurang dari 30 menit setiap sesinya.

·       Atur pola makan

Atur asupan makanan dengan hanya mengonsumsi menu rendah lemak serta berserat tinggi. Hindari juga konsumsi gula yang berlebihan untuk menjaga kadar gula darah Anda tetap di batas normal.

American Heart Association menganjurkan pola diet yang rendah lemak jenuh (seperti dari makanan yang digoreng dan sebagainya), tinggi protein, rendah garam dan gula, serta tinggi serat.

Sebagai sumber kolesterol baik, Anda dapat mengonsumsi bahan makanan yang mengandung Plant Stanol Ester (PSE), seperti minyak zaitun dan golongan serealia. Saat dikonsumsi, PSE yang memiliki struktur mirip kolesterol akan berikatan dengan misel yang terbentuk setelah makan. Sehingga, PSE akan berkompetisi dengan kolesterol sebenarnya dan membuat kolesterol yang diserap tubuh menjadi sedikit, karena sisa kolesterol yang tidak terikat misel akhirnya akan terbuang.

·       Hindari gaya hidup tak sehat

Berhentilah mengonsumsi rokok, minuman beralkohol,dan makanan siap saji. Ketiganya akan memicu Anda mengalami gangguan kesehatan.

Wanita yang berusia lebih tua memang rentan mengalami serangan jantung. Namun, Anda para wanita dapat menjalani masa tua dengan tenang bila menjalankan berbagai tips di atas. Yuk, cegah risiko penyakit jantung dan kolesterol dari sekarang!